04.59
19.37
19.27
Tips untuk menghindari kelelahan dalam bekerja
0
komentar
dalam keseharian kita di dunia pekerjaan kata kelelahan sering kita dengar baik secara lansung maupun tidak langsung kita dengar dari orang orang,orang yang seperti itu yang tidak bisa untuk memberi keseimbangan untuk berolah raga sedikit di luar jam pekerjaan padahal klo kita bisa membuat hidup kita ini untuk membiasakan diri untuk membagi waktu,berolah raga , maka segala jenis pekerjaan apapun bisa menjadi lebih mudah,,jadi untuk membuat segala pekerjaan menjadi mudah alangkah perlunya kita belajar untuk menyisihkan waktu kita untuk berolah raga,,,,jadi klo kita bisa membagi waktu untuk berolah raga maka jiwa dan raga kita menjadi sehat dengan itu sebanyak apapun jennis pekerjaan kita pasti itu semua teratasi,,karena kalo jiwa dan raga kita sehat maka kita dalam pekerjaan tidak akan merasa kelelahan,,seiring itu smua kata lelah tadi tidak akan bisa di ungkapkan,
5 Tips Hindari Mata Lelah di Depan Monitor
Jakarta - Beberapa dari kita tentu memiliki kebiasaan untuk bekerja berlama-lama di depan monitor PC, entah untuk bekerja atau melakukan hal lain seperti bermain game dan browsing. Alhasil efek mata lelah dan kepala pening pun tak dapat dihindari.
Walau banyak yang menganggap fakta ini tidak sepenuhnya benar, namun kenyataannya hal ini tetap mempengaruhi kesehatan mata kita. Efeknya terkadang kita sedikit kesulitan untuk memfokuskan objek pandang, dan sebagainya. Hal ini tentunya diakibatkan pancaran radiasi monitor yang terlalu lama saat kita bekerja.
Seperti dikutip detikINET dari softpedia, Senin (14/9/2009) berikut ini adalah beberapa tips menghindari mata lelah, saat berada di depan monitor:
1. Jaga jarak pandang dari monitor.
Berada terlalu dekat dengan monitor memang sedikit membahayakan bagi mata kita. Seharusnya kita menjaga jarak pandang ke monitor kita dengan baik. Jarak yang disarankan adalah sekitar 20-40 inchi (50-100cm) dari mata.
Jika kita masih kesulitan membaca padahal monitor sudah berada pada jarak 20 inchi, cobalah untuk memperbesar font kita hingga kita merasa nyaman.
2. Singkirkan CRT, Beralih ke LCD
Monitor tabung (CRT) memang memberi efek yang lebih buruk dibanding LCD, selain energi yang dibutuhkan juga lebih besar. Cobalah mengganti monitor CRT kita dengan LCD.
Namun harga monitor LCD memang lebih mahal dibanding CRT. Bagi kita yang masih menyeyangi monitor CRT, ada baiknya kita membeli filter anti-radiasi. ini adalah solusi untuk mengurangi rasa nyeri mata akibat duduk berlama-lama di depan monitor, namun dengan harga yang murah.
3. Atur monitor setting
Beberapa monitor yang ada sekarang banyak menyediakan pre-set display mode, untuk memudahkan pengguna mengganti setting layar mereka. Pre-set setting tersebut memberi level brightnes yang berbeda, untuk menyesuaikan kondisi penggunaan monitor. Adakalanya manfaatkan hal tersebut.
Misal settingan seperti, 'text' atau 'internet' akan terasa lebih sejuk di mata, saat kita gunakan untuk mengetik ataupun browsing. Setingan 'game' atau 'movie' akan terlihat lebih terang saat digunakan.
4. Gunakan kacamata anti radiasi
Walau hal ini membutuhkan biaya yang relatif lebih mahal, namun ada baiknya saat memiliki cukup uang kita membeli kacamata anti-radiasi. Selain bisa dibawa kemanapun kita bekerja, kacamata ini tak hanya berguna saat kita bekerja di depan monitor, namuna juga melindungi mata dari cahaya lampu mobil, radiasi TV, dan sebagainya.
Faktanya lapisan anti-radiasi pada kacamata tersebut, sangat berguna bagi mata kita. Karena lapisan tersebut secara otomatis mengurangi efek nyeri di mata akibat radiasi cahaya berlebih.
5. Mengistirahatkan mata sejenak, secara berkala
Cara termudah menghindari mata lelah akibat radiasi monitor adalah mengistirahatkannya secara berkala. Cobalah untuk mengistirahatkan mata sekitar 5 menit tiap jamnya. Kita dapat menggunakan waktu 5 menit tersebut untuk berjalan-jalan, melihat pemandangan, mencuci muka dan sebagainya. Yang penting menjauh dari monitor.
Source : detikinet.com
Walau banyak yang menganggap fakta ini tidak sepenuhnya benar, namun kenyataannya hal ini tetap mempengaruhi kesehatan mata kita. Efeknya terkadang kita sedikit kesulitan untuk memfokuskan objek pandang, dan sebagainya. Hal ini tentunya diakibatkan pancaran radiasi monitor yang terlalu lama saat kita bekerja.
Seperti dikutip detikINET dari softpedia, Senin (14/9/2009) berikut ini adalah beberapa tips menghindari mata lelah, saat berada di depan monitor:
1. Jaga jarak pandang dari monitor.
Berada terlalu dekat dengan monitor memang sedikit membahayakan bagi mata kita. Seharusnya kita menjaga jarak pandang ke monitor kita dengan baik. Jarak yang disarankan adalah sekitar 20-40 inchi (50-100cm) dari mata.
Jika kita masih kesulitan membaca padahal monitor sudah berada pada jarak 20 inchi, cobalah untuk memperbesar font kita hingga kita merasa nyaman.
2. Singkirkan CRT, Beralih ke LCD
Monitor tabung (CRT) memang memberi efek yang lebih buruk dibanding LCD, selain energi yang dibutuhkan juga lebih besar. Cobalah mengganti monitor CRT kita dengan LCD.
Namun harga monitor LCD memang lebih mahal dibanding CRT. Bagi kita yang masih menyeyangi monitor CRT, ada baiknya kita membeli filter anti-radiasi. ini adalah solusi untuk mengurangi rasa nyeri mata akibat duduk berlama-lama di depan monitor, namun dengan harga yang murah.
3. Atur monitor setting
Beberapa monitor yang ada sekarang banyak menyediakan pre-set display mode, untuk memudahkan pengguna mengganti setting layar mereka. Pre-set setting tersebut memberi level brightnes yang berbeda, untuk menyesuaikan kondisi penggunaan monitor. Adakalanya manfaatkan hal tersebut.
Misal settingan seperti, 'text' atau 'internet' akan terasa lebih sejuk di mata, saat kita gunakan untuk mengetik ataupun browsing. Setingan 'game' atau 'movie' akan terlihat lebih terang saat digunakan.
4. Gunakan kacamata anti radiasi
Walau hal ini membutuhkan biaya yang relatif lebih mahal, namun ada baiknya saat memiliki cukup uang kita membeli kacamata anti-radiasi. Selain bisa dibawa kemanapun kita bekerja, kacamata ini tak hanya berguna saat kita bekerja di depan monitor, namuna juga melindungi mata dari cahaya lampu mobil, radiasi TV, dan sebagainya.
Faktanya lapisan anti-radiasi pada kacamata tersebut, sangat berguna bagi mata kita. Karena lapisan tersebut secara otomatis mengurangi efek nyeri di mata akibat radiasi cahaya berlebih.
5. Mengistirahatkan mata sejenak, secara berkala
Cara termudah menghindari mata lelah akibat radiasi monitor adalah mengistirahatkannya secara berkala. Cobalah untuk mengistirahatkan mata sekitar 5 menit tiap jamnya. Kita dapat menggunakan waktu 5 menit tersebut untuk berjalan-jalan, melihat pemandangan, mencuci muka dan sebagainya. Yang penting menjauh dari monitor.
Source : detikinet.com
6 Kunci Peningkat Daya Saing Industri TI
Jakarta - Rangking Indonesia yang kurang memuaskan dalam indeks daya saing industri TI menurut Economist Intelligent Unit (EIU), dianggap bukan menjadi jalan buntu.
Sebab, ada banyak hal yang bisa dilakukan pemerintah, pelaku industri, serta masyarakat guna mengkatrol posisi 59 yang diperoleh Indonesia pada hasil riset tersebut.
Dijelaskan Claro Parlade, Software Policy Director Business Software Alliance (BSA) Asia Pasifik, ada 6 faktor yang bekerja sama menciptakan lingkungan yang baik bagi sektor TI di setiap negara.
Yaitu terkait ketersediaan tenaga kerja yang terampil, budaya yang mendukung inovasi, infrastruktur teknologi yang bertaraf dunia, hukum yang memberi perlindungan atas HaKI, ekonomi yang stabil, serta kepemimpinan pemerintah yang seimbang.
Negara-negara yang menjalankan keenam peningkat daya saing ini dengan baik, diyakini umumnya adalah negara maju yang industri TI-nya juga melesat.
Namun selain itu, lanjut Claro, ada faktor penting lainnya yang dapat meningkatkan daya saing TI di suatu negara. Yaitu penetrasi jaringan broadband.
"Kesenjangan daya saing ini bisa semakin lebar bagi negara yang lemah dalam mengadopsi jaringan broadband," tukasnya dalam jumpa pers di Hotel The Sultan, Jakarta, Rabu (14/102009).
Donny A. Shyeputra, Kepala Perwakilan BSA Indonesia menambahkan, untuk urusan jaringan broadband ini, Indonesia sebenarnya telah memiliki jalan keluar mujarab. Yaitu dengan hadirnya mega proyek Palapa Ring yang akan meliputi lebih dari 30 ribu desa di Tanah Air.
Sebab, ada banyak hal yang bisa dilakukan pemerintah, pelaku industri, serta masyarakat guna mengkatrol posisi 59 yang diperoleh Indonesia pada hasil riset tersebut.
Dijelaskan Claro Parlade, Software Policy Director Business Software Alliance (BSA) Asia Pasifik, ada 6 faktor yang bekerja sama menciptakan lingkungan yang baik bagi sektor TI di setiap negara.
Yaitu terkait ketersediaan tenaga kerja yang terampil, budaya yang mendukung inovasi, infrastruktur teknologi yang bertaraf dunia, hukum yang memberi perlindungan atas HaKI, ekonomi yang stabil, serta kepemimpinan pemerintah yang seimbang.
Negara-negara yang menjalankan keenam peningkat daya saing ini dengan baik, diyakini umumnya adalah negara maju yang industri TI-nya juga melesat.
Namun selain itu, lanjut Claro, ada faktor penting lainnya yang dapat meningkatkan daya saing TI di suatu negara. Yaitu penetrasi jaringan broadband.
"Kesenjangan daya saing ini bisa semakin lebar bagi negara yang lemah dalam mengadopsi jaringan broadband," tukasnya dalam jumpa pers di Hotel The Sultan, Jakarta, Rabu (14/102009).
Donny A. Shyeputra, Kepala Perwakilan BSA Indonesia menambahkan, untuk urusan jaringan broadband ini, Indonesia sebenarnya telah memiliki jalan keluar mujarab. Yaitu dengan hadirnya mega proyek Palapa Ring yang akan meliputi lebih dari 30 ribu desa di Tanah Air.
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)